Single “Heaven” yang dirilis tepat setahun lalu yaitu bulan Maret 2018 mendapat repson yang di luar dugaan. Jumlah stream tembus hingga 11 juta kali diputar di Spotify. Padahal, Afgansyah Reza, Isyana Sarasvati, dan Rendy Pandugo mengaku bahwa kolaborasi ketiganya ini hanya project iseng-iseng. Kesuksesan single “Heaven” bikin mereka ketagihan dan memproduksi single kolaborasi ke-dua yaitu “Feel So Right” yang baru saja dirilis beberapa hari lalu. Baru seminggu, single ini sudah diputar sebanyak 200 ribu kali di Spotify. Luar biasa!

Creativedisc mendapat kesempatan untuk mewawancarai ketiganya yang ditemui di kantor Dignity Jakarta pada Jumat pagi (8/3). Yuk simak apa aja bocoran mereka yang katanya mau rilis EP dalam waktu dekat!

Siapa sih yang punya ide untuk membentuk project kolaborasi ini?
Afgan : Sebenarnya sih ini bukan ide dari kita. Awalnya tuh kolaborasinya gue sama Rendy doang, dan itupun bukan kolaborasi tapi hanya nulis lagu aja. Terus datanglah Isyana. Dan di situ A&R (Artist & Repertoire) kita bilang “Kenapa gak bertiga aja?”. Dari situlah tercetus kolaborasi ini.

Apa yang bikin kalian merasa click untuk setuju berkolaborasi?
Rendy : Sebetulnya dari awal ngga ada paksaan, kita cuma pengen eksplor aja.
Isyana : Pas kita mulai jamming-jamming. Sama sekali ngga kepikiran bahwa pada akhirnya akan menjadi single. Kita awalnya cuma ngobrol-ngobrol, aku cuma icebreaking mereka berdua.
Afgan : Waktu itu aku telfon Isyana ngajak dia main ke rumah, kita ngobrol-ngobrol doang, catching up, eh jadi deh kolaborasi ini. Tapi kayaknya kolaborasi yang beneran bisa sukses gini tuh selalu terjadi nggak disengaja sih ya..

Kenapa memilih nama “AIR” untuk kolaborasi kalian? Kenapa gak “RIA” aja gitu? Apakah ada filosofi tertentu dari nama AIR ini?
Afgan : Ria Enes, gitu? Hahahaha
Isyana : Tadinya malah mau ARI. Hahaha
Rendy : Ngga ada filosofi tertentu sih.
Isyana : Dan sebenarnya kita gak menyebut diri kita AIR juga sih. Cuma karena ini project Afgan, Isyana, Rendy jadinya yaudah biar singkat jadi AIR.

Gimana pertama kali kalian bisa memproduksi single “Heaven”?
Isyana: Iya itu tercipta waktu kita lagi jamming-jamming di studio. Belum ada lirik, cuma ada struktur lagu aja. Tiga bulan setelahnya, kita memutuskan untuk membuatkan liriknya. Dan setelah dibuat ya kita putuskan “Rilis yuk!”
Afgan: Ngga ada tekanan sama sekali, bener-bener sesimpel itu.
Isyana : Tadinya kan cuma ingin mencoba hal baru, eh ternyata… sampai 11 juta streams!! Nggak nyangka banget sih. Karena ini lagu bener-bener kita bikin lagunya iseng banget, tapi ternyata membawa rezeki! Dari situlah lahir juga single berikutnya “Feel So Right” yang bikin kita makin click. Dan melihat respon yang bagus, sekarang kita memutuskan untuk membuat EP!

Rencananya akan ada berapa lagu di EP kalian?
Rendy: Rencananya akan ada 5 lagu. Dua diantaranya adalah “Heaven” dan “Feel So Right”. Tiga lainnya adalah remix dari lagu “Heaven”, sebuah lagu lawas yang akan kita cover, dan satu lagu original.

Lagu lawas apa nih yang akan kalian cover?
Rendy : Ini idenyan Afgan sih, karena Afgan tuh pengetahuannya luas tentang lagu lawas. Pokoknya nanti surprise deh! Lagu aslinya popular di sekitar tahun 2000an lah.

Dari single “Heaven” ke “Feel So Right” kan ada perbedaan nada yang cukup jomplang ya, nanti kira-kira EP kalian akan seperti apa?
Isyana : Nanti lagu baru kita juga suasananya akan beda lagi. Kita sih gak mau mengkotak-kotakan bahwa AIR karakter musiknya begini-begitu. Kita bertiga kan eksploratif anaknya. Nanti lagu yang baru dari segi temanya pun beda banget, makanya kita aransemen musiknya juga beda. Kayak “Feel So Right” kan temanya encouraging people, masa cuma gitaran doing gitu kan.

Dari dua lagu yang sudah rilis kan berbahasa Inggris semua, nanti lagu barunya apakah juga berbahasa Inggris?
Isyana : Nanti akan ada satu lagu yang berbahasa Indonesia kok.

Kok kalian memilih membuat lagu yang berbahasa Inggris sih ketimbang Bahasa Indonesia?
Rendy : Ngga memilih, sih.. keluarnya begitu aja. Kalau ide yang keluarnya Bahasa Indonesia ya akan kami tulis apa adanya.
Afgan : Kita ngga membuat image tertentu untuk AIR kok.
Isyana: Iya kita ngerjainnya fun-fun aja pokoknya.
A.I.R.: Fun and effortless!!

Kalian kan bertiga nih, pada saat menulis lagu kesulitan gak sih menyatukan tiga kepala?
Rendy : Sebetulnya di sini paling banyak nulis kan Isyan karena dia mikirnya paling cepet.
Isyan : Mungkin karena aku dulu kuliahnya under pressure kali ya, makanya jadi terbiasa.
Afgan : Isyan tuh nulis lagu semalem aja bisa!

Kalian kan punya fanbase masing-masing nih, gimana tanggapan mereka soal kolaborasi ini?
Afgan: Bagus kok. Mereka pada seneng sama project ini. Aku suka baca-baca ini juga di kolom komentarnya dan respon mereka bagus.

Dengan kesibukan di AIR sekarang, bagaimana kalian mengatur kesibukan karir solo masing-masing?
Rendy: Aku saat ini berfokus di AIR dulu, karir soloku untuk saat ini menjadi nomor 2.
Isyana, Afgan: Iya sih, sampai tengah tahun ini setelah EP AIR rilis kita akan fokus di sini dulu.

Apa sih yang bikin nyaman banget bekerja sama dengan AIR ini?
Rendy : Gue kan yang paling cupu di sini, maksudnya gue kan yang terjun ke industri paling belakangan. Awalnya cukup jiper dengan mereka-mereka ini. Tapi makin ke sini mereka ternyata sangat enak untuk diajak kerjasama.
Afgan: Kita tuh sinergis banget, kayak satu frekuensi gitu.

Nah itu dia wawancara CreativeDisc dengan Afgan, Isyana, dan Rendy. Tunggu EP mereka yang akan rilis bulan April 2019 nanti ya!

Photo & Interview: Jehoo