Para petinggi di label EMI menuntut Kanye West ke pengadilan gara-gara penyataan sang rapper tentang kontraknya yang dianggap sebagai “kerja paksa”.

Kanye mencoba untuk keluar dari kontraknya yang ditanda tangani di tahun 2003 lalu bersama EMI di kota New York dan ia mengajukan dokumen pemutusan kontraknya di California, di mana klausal dalam kontrak bisa dianggap memberatkan.

Para pengacara EMI bersikeras Kanye tidak memiliki hak untuk memutuskan kontrak, karena New York tidak memiliki peraturan 7 tahun sebagaimana hukum di wilayah barat Amerika (California misalnya). EMI meminta pengadilan untuk mendeklarasikan kontrak Kanye valid secara hukum dan ia harus mematuhinya. Mereka juga ingin menghalangi tuntutan hukum Kanye, yang menyebut jika dirinya secara legal dilarang untuk pensiun atau hiatus panjang dari dunia musik.

Semenjak tahun 2003 Kanye telah lima kali memperpanjang kontraknya, namun seharusnya tidak dihitung sejak tahun 2010. Oleh karena itu kuasa hukum Kanye menyebutkan jika ia adalah pemilik mutlak untuk semua musik yang diciptakannya semenjak 2010, saat kontrak 7 tahunnya telah selesai.